Jumat, 19 Oktober 2012

Wilson’s Fourteen Points

Woodrow Wilson adalah Presiden Amerika Serikat yang mengemukakan gagasan bagi terbentuknya lembaga perdamaian dunia. Gagasan tersebut sebenarnya sudah ada dalam benak Wilson sebelum meletusnya Perang Dunia I. Ketika Perang Dunia I berlangsung dan Amerika Serikat masih bersikap netral, dalam salah satu pidatonya Wilson mengutarakan perlunya suatu Liga Bangsa-Bangsa untuk perdamaian atau World League for Peace.
Pada bulan Januari 1918 Wilson menyampaikan 14 butir programnya yang kemudian terkenal dengan nama Wilson’s Fourteen Points atau Empat Belas Pasal Wilson. Empat Belas Pasal Wilson ini diharapkan menjadi landasan dalam perundingan antara Sekutu dengan negara-negara Blok Sentral yang kalah perang. Tetapi dalam pelaksanaannya usul Wilson ditinggalkan dan hasilnya adalah perjanjian perdamaian sebagaimana diuraikan dalam Perjanjian Versailles.
Pokok-pokok pikiran dari Wilson’s Fourteen Points secara ringkas adalah sebagai berikut:
  1. Bahwa persetujuan-persetujuan politik rahasia yang menimbulkan kecurigaan politik bangsa lain dan ketegangan terus-menerus harus digantikan oleh perundingan-perundingan terbuka.
  2. Bahwa merkantilisme nasional harus diganti dengan suatu sistem yang memudahkan perdagangan internasional secara bebas.
  3. Bahwa penentuan tapal batas baru sedapat mungkin harus didasarkan pada aspirasi nasional yang ada dan bahwa harus ada jaminan pertolongan kepada negara-negara ekonomi lemah.
  4. Bahwa persenjataan harus dikurangi bahkan dihapuskan.
  5. Bahwa negara-negara yang menang tidak akan menuntut denda atau ganti rugi yang sebesar-besarnya dari pihak yang kalah.
  6. Bahwa harus didirikan sebuah Liga Bangsa-Bangsa yang diberi kewibawaan cukup untuk memaksakan pemecahan persoalan politik dengan jalan perundingan dan kerjasama semua negara.
Berdasarkan pokok pikiran dalam butir 6 (pada naskah aslinya pasal 14) diadakanlah serangkaian perundingan dan pada 28 April 1919 dihasilkan sebuah dokumen. Setelah dokumen direvisi maka pada tanggal 10 Januari 1920 Liga Bangsa-Bangsa secara resmi berdiri.
Empat Belas Pasal Wilson ini juga terkenal dengan adanya poin tentang right of self-determination, yakni hak suatu bangsa untuk menentukan nasib sendiri yang menjadi spirit perjuangan bangsa-bangsa di Asia-Afrika, termasuk Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan bangsa Barat.
Sumber gambar: http://www.thesoundsofhistory.com/351487.jpg



Sameera ChathurangaPosted By Sameera Chathuranga

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat contact me

Thank You

0 komentar:

Poskan Komentar